Tempeh Tengah - Program baru Bumdes Srikandi Desa Tempeh tengah sesuai permintaan masyarakat desa Tempeh Tengah yang akhir-akhir ini menjadi masalah utama dan urgent terkait masalah sampah, kini mulai beroprasi yang diawali dengan dusun Sukorejo dengan mewujudkan mengoperasikan usaha pengelolaan sampah dengan berbagai macam skema, Minggu (05/01/2025).
Usaha Retribusi sampah Bumdes Srikandi ini merupakan peralihan dari usaha sesuai arahan dari kepala desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah. Aktivitas ini menjadi kegiatan layanan pengambilan sampah oleh pemerintah desa dann pelaku usaha desa setempat. Mengalihkan kegiatan peretribusian sampah yang ini merupakan kegiatan pemula Bumdes Srikandi desa Tempeh Tengah yang dipelopori ole ketua Bumdes Srikandi, Adik suprianto bersama Koordinator Bidang Pengelolaan Sampah, Anisa Rahmadani. Kegiatan ini langsung didukung oleh pemerintah desa dan juga pelaku usaha desa. Kegiatan ini adalah pilihan cepat agar Bumdes yang didirikan ini memiliki usaha yang berjalan.
Opsi cepat ini tidak mudah karena terdapat kesulitan dalam proses pengalihannya. Meskipun proses pengalihan ini telah menjadi kesepakatan musyawarah desa, tetapi dalam implementasinya banyak kendala. Pertama, pemerintah desa dan Bumdes harus menjalankan bisnis sampah ini. Dari aktivitas yang sebelumnya tidak memperhitungkan untung rugi, menjadi usaha Bumdes dituntut harus untung dan setor PAD Desa. Kedua, penyesuaian tarif retribusi yang dipandang sebagai tarif sosial karena banyak warga yang membuang ke sungai menjadi tarif bisnis berbayar.
Selain itu, seringkali terjadi resistensi dari pengelola sampah sebelumnya dengan pengurus Bumdes yang baru terbentuk. Di beberapa situasi juga ditemukan carut marutnya tata kelola pengambilan sampah dan keuangan, menuntut pengurus Bumdes yang baru harus menatanya.
Tantangan yang lebih berat dialami oleh Bumdes yang mendapat limpahan kegiatan usaha pengelolaan sampah yang awalnya warga merasa enak karena tidak membayar retribusi, belum lagi di desa-desa yang sebagian besar warganya masih memiliki lahan yang luas memiliki kebiasaan membuang sampah di lahan pribadinya dan membakar sampah, kini beralih berbayar. Meskipun begitu peminat warga tentang peretribusian sampah banyak yang mendukung. Semoga kedepannya kegiatan ini semakin tertata tanpa kendala yang menghambat program desa Tempeh Tengah.
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh